Ikut-ikutan?

Bro & Sis, ada kecenderungan orang-orang tertentu yang senangnya ikut-ikutan orang lain. Ketika orang ramai jualan pisang molen, dia ikut-ikutan jualan. Saat orang ganti haluan jual tnaman anturium, dia pun ikut jualan ‘gelombang cinta’. Begitu orang ramai jualan ikan lohan, dia pun tidak mau kalah. Ketika orang ramai jual batu akik, dia pun banting setir jualan akik. Apa hasilnya? Bangkrut!

Ikut-ikutan berbeda dengan mengikuti trend. Meskipun bedanya tipis. Saat orang ramai memulai bisnis start-ups, banyak orang mencoba peruntungan disana. Begitu juga saat orang ramai-ramai buka toko online, mereka pun mengikut. Lalu, apa bedanya orang yang ikut-ikutanatau mengikuti trend? Ikut-ikutan berbahaya, sedangkan mengikuti trend bisa berhasil. Yang membedakan adalah kesiapannya den kerelaanya untuk membayar harga.

Bro & Sis, saat kita mengikuti trend, kita mencoba untuk tetap berada di atas gelombang. Bukan hanya oleh gelombang. Oleh sebab itu, Sumber Daya Manusia dan Sumber Daya Materi kita harus kuat. Jika tidak, kita bukan mengikuti sukses, tetapi ikut-ikutan dan akhirnya bangkrut. Yesus memberikan syarat bahwa orang-orang yang melayani memakai nama Dia tidak apa-apa. Toh mereka bukan musuh. Oleh sebab itu, mengikuti gelombang jangan menganggap gelombang sebagai musuh yang harus disingkirkan, tetapi justru rekan yang membuat kita mengapung dan maju. Baca juga artikel Cocok, semoga bermanfaat.

Sumber: Renungan Bulanan Profesional, 3 Juni 2017 (Xavier)

Advertisements

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s