Melibatkan

Bro & Sis, Azim Hashim Premji adalah salah seorang pengusahn India yang memiliki perusahaan bernama Wipro. Wipro awalnya hanya menjual minyak goreng dan sabun, namun kemudian berkembang hingga menjadi pemasok alat-alat berat karena perusahaan itu bekerja sama dengan General Electric, perusahaan asal Amerika Serikat. Ketika teknologi dan informasi masuk India, Wipro bahkan melebarkan sayap menjadi distributor komputer pertama di India. Apa kunci suksesnya? “Kami memberi tanggung jawab kepada karyawan walaupun kesiapan mereka hanya 60% saja. Menurut pengalaman kami, seseorang menjadi elastis saat diberi tanggung jawab. Mereka berkembang pesat bersama pekerjaan mereka.”

Ya, kala anak buah dipercayai, dilibatkan dalam proyek penting misalnya, maka bukan saja kepercayaan diri mereka yang meningkat, namun juga hubungan Anda dengan merekapun semakin dekat. Kedekatan ini tentu saja dapat menumbuhkan loyalitas, hal yang ujungnya menguntungkan perusahaan.

Sebelum mendelegasikan, sebelum melibatkan atau merangkul orang, perlu diingat bahwa tidak ada pribadi yang sempurna. Sehandal apa pun anda, semahir bagaimana pun mereka, kekeliruan ata hal yang tidak diharapkan dapat saja terjadi. Maka, siapkanlah mental anda. Sikap ini tidak akan membuat kita terlalu stres atau frustasi kala orang-orang belum mencapai hasil yang maksimal. Toh, di lain wakti itu bisa diperbaiki.

Bro & Sis, jika anda mengunggu sampai karyawan benar-benar siap, menunggu sampai orang-orang yang bekerja untuk kita perfect maka sepertinya sampai kapan pun keadaan demikian tidak akan datang. Dan kita pun akan kewalahan karena tidak dibantu. Jadi, beranilah melibatkan dantidak kuatir mempercayai orang lain sebab bekerja sama lebih baik daripada bekerja seorag diri.

Sumber: Renungan Bulanan Profesional, 12 Juni 2017 (Imelda)

Melihat Diri Sendiri

Bro & Sis, Dave Beasant, seorang penjaga gawang veteran klub Wimbledon pernah membuat dirinya sendiri tidak dapt bermain sepak bola selama 8 minggu pada tahun 1993. Pasalnya dia tidak sengaja menjatuhkan botol saus ke kakinya yang telanjang sehingga melukai otot tendon pada ibu jari kakinya.

Milan Rapaic tidak dapat bergabung mendukungtimnya karena dalam perjalanan sebuah tur pramusim, tanpa sengaja ia menusukkan boarding pass ke matanya sendiri saat berada di bandara. Svein Grendalen terpaksa mengundurkan diri dari sebuah pertandingan internasional sesudah bertabrakan dengan seekor rusa kutb saat sedang jogging.

Ya, ada-ada saja memang, karena ulah sendiri, karena kesalahan konyl yang dibuat sendiri malah hilanglah kesempatan emas. Maka, penting bagi kita bukan saja untuk menyuruh orang berhati-hati dalam bekerja, atau menasihati bawahan supaya bersikap bijak, akan tetapi diri sendiri pun perlu kita ingatkan.

Kalau hari-hari ini tanpa sadar kita banyak kehilangan momen berharga, batal menerima berkat, tidak jadi mendapat proyek, mari jangan buru-buru menyalahkan orang lain. Barangkali itu terjadi akibat salah seniri.

Bro & Sis, mari berdoa agar mata kita disingkapkan, dari yang selama ini seing melihat kesalaha orang kepada melihat kesalahan diri sendiri. Ya, berusahalah selalu untuk memperbaharui mata hati kita sehingga kita dapat melihat keajaiban dan pertolongan-Nya.

Sumber: Renungan Bulanan Profesional, 11 Juni 2017 (Imelda).

Buang Gengsi

Bro & Sis, tahukah anda bahwa Jose Mourinho yang merupakan seorang pelatih/manajer sepak bola handal, dulunya bahkan hanya termasuk pemain bola yang prestasinya rata-rata saja? Namun, ia bertekad mengikuti jejak ayahnya yang menapaki karir manajemen sepak bola. Sewaktu Bobby Robson bergabung dengan klub Sporting Lisbon di Portugal sebagai manajer, Mourinho melamar untuk bekerja bersamanya, menerjemahkan kata-kata manajer dari Inggris tersebut ke dalam bahasa Portugal. Baru pada tahun 2000 ia beralih total seagai manajer. Bahkan di kemudian hari, karirnya sebagai manajer makin hari makin cemerlang.

Apa yang terjadi jika Mourinho gengsi bekerja sebagai penerjemah bahasa? Mungkin ia tidak akan permah mengalami apa yang ia alami hari ini. Sayangnya, tak sedikit orang yang gengsi melakukn hal kecil, atau mengerjakan pekerjaan yang gajinya tak seberapa. “Mau taruh di mana uka ini? Apa kata orang nanti? Dengan pendapatan segitu, kapan kayanya?” begitulah anggapan orang-orang. Padahal, tanggung jawab kecil bisa jadi batu loncatan.

Gaji yang kecil bisa naik. Tapi gengsi, apa yang bisa ia lakukan bagi kita? Tidak ada! Gengsi hanya membuat orang semakin sulit. Terlalu memikirkan apa kata orang hanya mempersulit diri sendiri.

Bro & Sis, seorang motivator pernah berujar, “Tanggalkan gengsi jauh-jauh dari diri kita jika ingin hidup bergengsi.” Ia sendiri deulunya pernah mencicipi bekerja sebagai kuli bangunan, sales sampai distributor MLM. Mari buang gengsi kita. Lempar jauh-jauh kesombongan kita. Sebab, kecongkakan mendahului kehancuran dan kejatuhan. Sementara kerendahan hati mendatangkan banyak hal baik dalam hidup kita.

Sumber: Renungan Bulanan Profesional, 10 Juni 2017 (Imelda).

Cucuran Air Mata

Bro & Sis, Top Ittipat pada awal usahanya memasarkan rumput laut yang diberi nama Tao Kae Noi sudah hampir menyerah. Pasalnya, 7-Eleven menetapkan standar yang tinggi sebelum sebuah produk masu ke jaringan merkea. Ittipat diharuskan memiliki pabrik yang bisa memproduksi dalam jumlah besar. Karena tak mau tanggung-tanggun dalam berusaha, Ittipat akhirnya menjual mobilnya untuk membangun pabrik. Pada akhirnya, di usia muda Ittipat sudah mempunyai ribuan karyawan dan mengirim Tao Kae Noi ke 6000 cabang 7-Eleven.

Berkorban demi kemajuan karir memang sangat perlu. Ya, jika kita tak mau bayar harga, maka tidak ad hasil apa-apa. Maka, tidak sedikit orang yang mau habis-habisan demi usahanya. Ini bukan sebuah hal yang (sepenuhnya) keliru tentnya, namu yang disayangkan adlaah ketika seseorang mau all-out, tidak berpikir panjang saat mengeluarkan uang supaa bisnisnya maju, akan tetapi malah berpikir ratusan kali saat memberi untuk pelayanan.

Ya, tidak perhitungan untuk diri sendiri, tetapi sangat sudah bila diminta menabur. Bila selama ini tanpa sadar kita pun mulai perhitungan dengan Tuhan, mari mohon ampun kepada-Nya. Tuhan meminta kita untuk menabur, untuk tidak pelit memberi bagi sesama bukan hanya supaya kita menuai suatu hari kelak, namun Anda dan saya diminta memberi agar kita tidak cinta akan uang.

Bro & Sis, orang yang menabur dengan mencucurkan air mata akan menuai sorak-sorai. Renungkanlah, apakah hari-hari ini kita sudah menabur sampai mencucurkan air mata? Sudahkah menyebar benuh untuk Tuhan sampai sedemkian rupa? Jika belum, mungkin kita belm bisa dibilang menabur, tidak hanya memberi secara sukarela. Renungkanlah!

Sumber: Renungan Bulanan Profesional, 9 Juni 2017 (Imelda).